PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA
Setiap orang memiliki potensi untuk melakukan aktifitas yang kreatif. Setiap siswa baru yang memasuki proses belajar, dalam benak mereka selalu diiringi dengan rasa ingin tahu. Pada tahap ini guru diharapkan untuk merangsang siswa untuk melakukan apa yang dinamakan dengan learning skills acquired, misalnya dengan jalan memberi kesempatan siswa untuk bertanya (questioning), menyelidik (inquiry), mencari (searching), menerapkan (manipulating) dan menguji coba (experimenting).Kebanyakan yang terjadi di lapangan adalah aktifitas ini jarang ditemui karena siswa hanya mendapatkan informasi yang bagi mereka adalah hal yang abstrak. Rasa ingin tahu siswa harus dijaga dengan cara memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat dari dekat, memegangnya serta mengalaminya.
Akhir-akhir ini, banyak hasil kreatifitas yang inovatif yang diciptakan para pelajar dan kemudian mereka meraih penghargaan di tingkat internasional. Antara lain, ada siswa yang meneliti tentang manfaat kulit kacang, membuat alat pemisah sampah yang terdapat di sungai, menciptakan bra penampung ASI, dan sebagainya. Para guru dinilai punya andil besar dalam mengembangkan daya kreatifitas siswa melalui proses pembelajaran.
Praktisi pendidikan Arief Rachman menilai, kreatifitas dikembangkan dari proses pembelajaran yang tepat bukan dari materi-materi kurikulum, tapi bagaimana guru menciptakan proses pembelajaran di dalam kelas agar anak senang bertanya, suka meneliti, dan senang menciptakan.
Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa seorang guru diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendemontsrasikan perilaku yang kreatif. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kreatifitas siswa antara lain :
- Guru menghargai hasil-hasil pikiran kreatif siswa
- Guru respek terhadap pertanyaan, ide dan solusi siswa yang tidak biasa (unusual)
- Guru menunjukkan bahwa gagasan siswa adalah memiliki nilai yang ditunjukkan dengan cara mendengarkan dan mempertimbangkan. Pada tataran ini, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan kepada orang lain.
Disain Kreatif dalam Perencanaan Belajar
Pembelajaran kreatif yang membuat siswa mengembangkan kreativitasnya. Itu berarti bahwa pembelajaran kreatif itu membuat siswa aktif membangkitkan kreativitasnya sendiri.
Mengembangkan kreativitas siswa dalam pembelajaran berarti mengembangkan kompetensi memenuhi standar proses atau produk belajar yang selalu terbarukan. Di sini diperlukan strategi agar siswa mampu menghasilkan gagasan yang baru, cara baru, disain baru, model baru atau sesuatu yang lebih baik daripada yang sudah ada sebelumnya.
Segala sesuatu yang baru itu muncul dengan pemicu, di antaranya, karena tumbuh dari informasi yang baru, penemuan baru, teknologi baru, strategi belajar yang baru yang lebih variatif, sistem kolaborasi dan kompetisi yang baru, eksplorasi ke wilayah sumber informasi baru, menjelajah forum komunikasi baru, mengembangkan stategi penilaian yang baru yang lebih variatif.
Yang lebih penting dari itu adalah melaksanakan perencanaan belajar dalam implementasi belajar kegiatan sebagai proses kreatif dan menetapkan target mutu produk belajar sebagai produk kreatif yang inovatif.
Indikator kreativitas dalam perencanaan belajar jika guru menetapkan target-target berikut:
- proses pembelajaran dirancang untuk membangun pengalaman belajar yang baru bagi siswa.
- proses pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh informasi terbaru.
- proses belajar dirancang sehingga siswa dapat mengembangkan pikiran atau ide-ide baru.
- proses belajar dapat mengasilkan produk belajar yang berbeda dari produk sebelumnya.
- produk belajar diekspersikan dan dikomunikasi melalui media yang kreatif.
Mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran
Secara generik mengembangkan kreativitas siswa dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pengkondisian atau membangun iklum yang memicu berkembangnya kemampuan berpikir dan berkarya. Landasannya adalah menguasai pengetahuan dan menerapkan ilmu pengetahuan dalam bentuk keterampilan terbaik.
Kreativitas itu merupakan produk pada level berpikir tertinggi. Itu sebabnya, teori Bloom yang baru menempatkan to create atau berkreasi menjadi bagian penting penyempurnaannya sehingga ranah kognitif tidak diakhiri dengan evaluasi, melainkan kreasi.
Untuk mengembangkan siswa yang kreatif diperlukan guru-guru yang memiliki kompetensi sebagai berikut:
- berpengetahuan tentang karakater dan kebutuhan siswa kreatif.
- terampil mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
- terampil mengembangkan kemampuan siswa memecahkan masalah.
- mampu mengembangkan bahan ajar sehingga menantang siswa lebih kreratif.
- mengembangkan strategi pembelajaran individual dan kolaboratif.
- memberi toleransi dan memberi kebebasan sekali pun hal itu tidak dikehendakinya jika ternyata prilaku berbeda itu menghasilkan produk belajar yang lebih kreatif.
Menurut hasil studi Utami Munandar (1997) ciri-ciri siswa kreatif adalah:
- terbuka terhadap pengalaman baru.
- kelenturan dalam sikap
- kebebasan dalam ungkapan diri
- menghargai fantasi
- minat dalam kegiatan kreatif.
- memiliki tingkat kepercayaan diri terhadap gagasan sendiri.
- mandiri dan menunjukkan inisiatif.
- kemandirian dalam memberi pertimbangan.
Guru mengharapkan siswa sopan, rajin, ulet, menyelesaikan tugas sesuai dengan yang guru targetkan, bersikap kompromis, tidak selalu bertentangan pendapat dengan guru, percaya diri, penuh energi, dan mengingat dengan baik.
Karena ciri anak berbakat dengan sifat-sifat siswa yang guru kehendaki berbeda, maka sering terjadi prakarsa kreatif siswa tidak mendapat dukungan guru.
Salah satu model pengembangan kreativitas adalah menggunakan pertanyaan untuk menantang proses berpikir level tertinggi sesuai dengan konsep mengembangkan ide-ide kreatif dan karya kreatif dan inovatif. Untuk mengembangkan kecakapan ini guru dapat menggunakan berbagai pertanyaan, seperti:
- Ada ide baru?
- Setelah memahami konsep ini apakah Anda memiliki ide baru?
- Setelah memperhatikan cara kerja untuk menyelesaikan tugas itu, adakah proses yang dapat kita sempurnakan sehingga prosesnya menjadi lebih baik?
- Memperhatikan contoh-contoh itu, apakah ada yang dapat kita sempurnakan sehingga akan menjadi lebih baik?
Profil individu imajinif (imagine) dapat dikembangkan dengan menggunakan model pertanyaan berikut:
- Setelah membaca itu, adakah sesuatu yang hidup dalam hayalanmu?
- Setelah melihat percobaan yang unik itu, adakah ide baru yang hendak kamu wujudkan?
- Bisakah kalian rumuskan gagasan baru yang menurut kalian berbeda dengan yang telah kalian pelajari.
- Itulah yang dilakukan oleh temanmu dari sekolah lain. Selanjutnya, keunggulan seperti apa yang harus dapat kita wujudkan? Bagaimana prosesnya dan seperti apa hasil yang ingin kita buat?
- Bisakah kita menghasilkan yang lebih baik daripada yang dapat dilakukan oleh kelas lain?
- Apa yang dapat kita lakukan agar kita bisa selesai lebih cepat dan lebih baik, kalian punya ide?
- Perhatikan hasil karya itu, apa yang masih dapat kita kembangkan agar karya itu menjadi lebih baik.
- Apakah kamu punya cara untuk mengkomunikasikan karya itu supaya jauh lebih menarik perhatian orang-orang?
- Dapatkan kamu sempurnakan alat itu lebih kuat dan orang lebih mudah menggunakannya?
- Bisakah kamu menyelesaikan tantangan itu lebih cepat daripada yang dilakukan orang-orang?
- Bisakan kita jamin bahwa usaha itu tidak akan gagal, bagaimana rencananya?
- Apakah kamu yakin bahwa kegiatan itu akan lebih efektif, apa kelebihan ide yang akan kamu terapkan?
- Siapakah sebaiknnya yang akan kamu libatkan?
- Bagaimana mereka haru bekerja?
- Keunggugulan apa yang akan benar-benar kalian wujudkan?
Nice post. Thank you
BalasHapusWah bermanfaat ya
BalasHapusNice !!!
BalasHapusbagus... makasih ya..
BalasHapusbagus... makasih ya..
BalasHapusgood post!! kreativitas sangat penting untuk kita...
BalasHapusbagus nih mkasih ya
BalasHapusGood!!!
BalasHapustnks infonya
BalasHapuspostingan yg bagus, dan bermanfaat sekali:)
BalasHapussangat bermanfaat,makasih
BalasHapusI Like it !!!
BalasHapusnice post ^^. visit my blog nissafariidah86.blogspot.com
BalasHapus